Minggu, 17 Februari 2008

DIABETES MILITUS

DIABETES MELITUS, SI PEMAKAN TUBUH DIABETESI

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolisme dengan kriteria kadar gula darah yang tinggi. Gula darah sewaktu > 200mg%, atau gula darah puasa >140mg%, atau gula darah 2 jam setelah makan 75g glukosa >200mg%.

Penderita DM (diabetesi) sering tidak menyadari tingginya gula darahnya kecuali pada saat yang tidak disengaja, misalnya cek kesehatan untuk melamar pekerjaan, atau periksa ke dokter dengan gejala yang sebenarnya merupakan manifestasi penyakit yang sudah kronis, misal bekas kencingnya dikerubuti semut, sering kesemutan, sering cepat merasa lelah.

Tingginya kadar gula disebabkan terganggunya organ pankreas sehingga hormon insulin yang dihasilkan jumlahnya sedikit yang tidak mencukupi untuk menurunkan kadar gula darah atau jumlahnya mencukupi namun kualitasnya rendah sehingga tetap tidak bisa menurunkan kadar gula darah. Kerja Insulin adalah mendorong glukosa darah ke sel tertentu (untuk diubah menjadi energi) dan mengubah kelebihan glukosa darah menjadi glikogen yang disimpan di hati dan otot sebagai timbunan energi.

DM adalah penyakit berbahaya karena bila tidak tertangani mengakibatkan komplikasi ke semua bagian tubuh, dari kulit, mata, jantung, ginjal, pembuluh darah sampai tangan dan kaki. Tiga kondisi DM yang dapat menyebabkan kematian: gangguan pembuluh darah otak, gangguan pembuluh darah jantung dan otot jantung, gangguan fungsi ginjal.

DM tergolong penyakit keturunan, sehingga seseorang yang memiliki orang tua DM harus menjaga pola hidupnya dari faktor-faktor yang dapat memicu munculnya DM.
Gejala utama DM adalah 3P, polidipsi (banyak minium), polifagi (banyak makan), poliuri (banyak kencing). Gejala lainnya:
  1. Penurunan berat badan dalam waktu yang singkat akibat dari hilangnya jaringan lemak dan otot sehingga sering dikatakan diabetesi makan tubuhnya sendiri,
  2. Astenia (rasa lemah), terjadi karena badan kehilangan air dan elektrolit lewat urin,
  3. Rasa nyeri,laki-laki pada zakarnya, perempuan pada duburnya,
  4. Kejang-kejang kaki, terjadi akibat hilangnya elektrolit serta dehidrasi,
  5. Pembesaran hati,
  6. Gangguan Penglihatan, katarak,
  7. Adanya Glukosa di dalam urin,
  8. Gatal-gatal,
  9. kesemutan di ujung-ujung jari,
  10. disfungsi ereksi.
Mengobati gejalanya saja, misal dengan operasi katarak, tanpa melakukan terapi DM sebagai penyebabnya adalah tindakan yang kurang tepat.

DM perlu waktu 12 tahun untuk bisa menimbulkan tanda yang bisa dideteksi dengan laboratorium, artinya, bila telah muncul hasil positif di laboratorium berarti perkembangan penyakitnya telah jauh, hingga bertahun-tahun. Deteksi melalui tanda di tangan dan iris akan dapat diketahui adanya potensi DM dalam taraf yang dini.
Penyebab DM dikelompokkan dalam tiga jenis:
  1. Ketidakseimbangan Suhu dan atau
  2. Ketidakseimbangan Angin (misal faktor genetik, trauma, infeksi, tumor, kurang olah raga, stres psikis) dan
  3. Toksid (misal pola hidup dan pola makan yang salah). Toksid, menjadi penyebab mayoritas penderita DM di dunia. Ketiganya menyebabkan penurunan fungsi pankreas yang berakibat rendahnya kualitas dan kuantitas insulin yang dihasilkan.
DM diklasifikasi menjadi dua: primer dan sekunder. DM primer adalah yang penyebabnya tidak diketahui pasti, ada dua jenis :
  1. DM tipe1/auto imun DM (ada dua jenis : DM tergantung insulin dan DM tak tergantung insulin)
  2. DM tipe 2/non auto imun DM (ada tiga jenis : yang tergantung insulin, yang tak tergantung insulin dan yang menyerang anak muda/MODY.
DM sekunder adalah DM yang disebabkan oleh berbagai gangguan, seperti : penyakit pankreas, abnormalitas hormon, obat-obatan,abnormalitas reseptor insulin, genetis. Secara sederhana DM cukup dibagi dua : yang tergantung insulin dan yang tidak tergantung insulin dan 90% diabetesi adalah tipe yang tidak tergantung insulin. Mulai terdeteksi rata-rata di atas umur 40 tahun, terutama pada orang-orang yang kelebihan berat badan dan memiliki pola makan yang salah.

Komplikasi DM
  • Nefropati Diabetik,yakni penurunan fungsi ginjal dengan tanda awal ditemukannya protein di urin, bisa mencapai 200mg/menit (normal 15mg/menit). Tekanan darah naik secara bertahp. Muncul gejala gagal ginjal kronis seperti mual, muntah, nafsu makan turun, gangguan konsentrasi hingga gangguan kesadaran hingga koma, anemia, kejang dan perdarahan selaput lendir mulut.
  • Neuropati Diabetik, kondisi rusaknya saraf dengan gejala kesemutan di kaki dan tangan, berkurangnya sensasi terhadap getaran dan nyeri hingga tidak sadar kalau kakinya tertusuk paku atau terluka, rasa panas seperti terbakar di ujung tubuh misal di kantong zakar, rasa nyeri seperti disayat di ujung jari kaki, sulit membedakan temperatur panas dan dingin, otot lengan atas dan tungkai atas lemah, mata jereng, disfungsi ereksi sementara atau menetap.
  • Kematian Otot Jantung dan Pembuluh Darah Otak. Resiko serangan jantung dan stroke pada diabetesi bisa mencapai 30 hingga 400% lebih tinggi dibanding non DM. Kadar gula darah tinggi menyebabkan pengerasan dan penebalan pembuluh darah apalagi dengan tingginya kadar lemak jahat. Di jantung aliran darah berkurang, otot jantung melemah dan terjadi gagal jantung dengan gejala sesak untuk beraktivitas, bila otot jantung mati, diabetesi bisa mati mendadak. Gejala lain adalah jantung berdebar meski saat istirahat karena terganggunya saraf otonom di jantung. Gangguan pembuluh darah di otak menyebabkan kepikunan karena suplai darah menurun. Pengerasan pembuluh darah menaikkan tensi darah, pembuluh darah otak pecah, terjadilah stroke. Resiko serangan jantung dan stroke pada diabetesi bisa mencapai 30 hingga 400% lebih tinggi dibanding non DM.
  • Retinopati Diabetik. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan mata menjadi sembab. Penglihatan berangsur berkurang. Lensa mata menjadi keruh atau katarak,pandangan berkabut, retina mata rusak.
  • Hipoglikemi. Kondisi sangat rendahnya kadar gula darah di bawah 50md/dL dengan gejala keringat dingin di wajah, gemetar, lemas, lapar, mual, tekanan darah turun, gelisah, jantung berdebar, sakit kepala, kesemutan di jari tangan dan bibir yang bila tak segera diatasi bisa menyebabkan kejang dan koma. Penyebab hipoglikemi adalah pemakaian obat diabet dengan dosis tinggi, puasa terlalu lama, setelah minum obat tidak atau terlambat makan, penggunaan obat diabet jangka lama pada manula tau sedang sakit berat, gangguan fungsi ginjal, hepatitis berat, kadar insulin tinggi pada tumor. Mengatasinya mudah, cukup minum manis, minum madu atau 2 sendok makan glukosa murni.
  • Kelainan Kulit. Indra perasa menjadi tumpul, tidak bisa merasakan sesuatu, pasokan darah dan oksigen menurun sehingga luka mudah meluas dan sulit sembuh. Muncul bentol kecil di mata kaki, kaki, lengan atas (dermopati). Timbul gelembung (bullae) di punggung atau telapak kaki. Muncul jaringan granulasi merah di dada dan lengan atas.
Pengobatan DM meliputi 6 aspek:
  1. Edukasi,
  2. Perubahan pola hidup, misal pengendalian stres, peningkatan spiritual,
  3. Perubahan pola makan, dengan menerapkan Food Combining, menghindari makanan dan minuman yang tidak bermanfaat,
  4. Olah raga yang teratur, tiap 2 hari sekali,
  5. Terapi Konvensional dengan obat-obatan kimia, bagi diabetesi yang telah mengkonsumsi dan secara bertahap diturunkan dosisnya sampai kemudian ditinggalkan dan secara penuh beralih ke Pengobatan Tradisional yang meliputi Herbal dan Teknik Terapi, seperti kiropraksi, akupunktur, akupresur dan Bekam. Dengan pengobatan tunggal semata obat kimia, sebaik apapun jenisnya tidak akan berguna karena sifatnya yang simtomatis dan fungsi pankreas tiap tahun tetap akan menurun secara signifikan.

Fungsi herbal dalam mengobati DM adalah : menurunkan kadar gula darah, memperbaiki fungsi pankreas, membangun kembali sel dan jaringan pankreas yang rusak, meningkatkan efektifitas insulin serta menyembuhkan komplikasi DM.

Beberapa Herbal yang sesuai untuk DM:
  1. Buah Pare, mengandung charantin, polipeptida P dan Visin yang bersifat Hipoglikemik,
  2. Buah Makasar, sangat baik untuk DM pada saat kadar gulanya cukup tinggi,
  3. Daun Pegagan, memperbaiki peredaran darah dan mengenyahkan toksin,
  4. Brotowali (Tinospora Crispa),
  5. Lidah Buaya (Aloe Vera), menstimulasi pankreas,
  6. Haba Sauda (Nigella Sativa), menstimulasi pankreas,
  7. Ciplukan (Physallis Peruviana),
  8. Daun Mimba (Azhadirachta Indica Juss),
  9. Sambiloto (Andrograpis Panikulata),
  10. Pulai (Alstonia Scholaris R. Br)
  11. (Tetracera Indica),
  12. (Pithecellobium Jiringa),
  13. (Barringtonia Racemosa),
  14. Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa)
  15. Virgin Cocounot Oil
Pengobatan dengan herba HPA :
Kopi radix sinergis 2x2 sachet sehari selama minggu pertama. pada minggu kedua cukup 2x1 sachet setiap hari.
Habbassauda HPA 2x2
Plantisol 2x2
Omega 3 2x2
semua herba diatas diminum 30 menit sebelum tidur.
(dimodifikasi dari Majalah Wahida, www.hpa-indonesia.net)

Kamis, 14 Februari 2008

HUBUNGAN ANTARA HERBA HPA, KESEHATAN DAN KECERDASAN ANAK.


HUBUNGAN ANTARA HERBA HPA, KESEHATAN DAN KECERDASAN ANAK.

Untuk bisa memiliki anak yang sehat dan cerdas dibutuhkan usaha yang serius dari para orang tua untuk memberikan yang terbaik anak. Pemberian yang terbaik itu meliputi POLA ASIH, POLA ASUH, POLAH ASAH. Pola asih adalah usaha untuk mengaishi anak dengan memberikan kebuhan nutrisinya yang akan mendukung perkembangan fisik dan jiwa anak.

Pola Asuh berkaitan dengan cara pengasuhan yang benar sehingga bisa membuat anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Sedangkan pola Asah terkait dengan pemberian stimulasi agar anak bisa senang dalam belajar.

Di antara ketiga pola tersebut, pola asih menempati urutan pertama karena pola asih terkait dengan pemberian makanan (nutrisi) yang mendukung perkembangan jiwa dan fisik anak. Pola ini bahkan perlu diberikan jauh hari saat merencanakan punya anak yang terus belanjut sampa anak beranjak dewasa. Mengapa? Karena pembentukan (pembuahan) anak dimulai dari proses bertemunya dua sari pati makanan (ovum&ovarium). Sari pati makanan ini juga membawa replika genetika orang tuanya yang baik atau buruknya gen tersebut dipengaruhi oleh baik buruknya nutrisi yang dikonsumsi orang tuanya. Apabila sari pati makanan orang tua jelek makan kemungkinan embrio janin juga jelek.

Ada 2 hal yang harus diperhatikan oleh para orang tua dalam menerapkan pola asih yaitu dengan menggunakan makanan (nutrisi) yang HALAL dan THOYIB (baik, sehat, gizi seimbang, tidak basi/beracun). Nutris halal diperlukan untuk kesehatan fisik dan jiwa anak. Anak yang makan dari makanan yang haram ketika dewasa tidak akan bisa sehat mentalnya (tidak shalih/sahalihah). Sementara nutrisi yang Thoyibb adalah nutrisi yang seimbang dan menyehatkan fisik anak dan layak makan serta tidak mempunyai kandungan racun yang dapat merusak fisik anak

Nutrisi yang halal dan thoyyib ini tidak bisa didapatkan pada obat-obatan kimia melainkan pada makanan dan obat-obatan alamiah (herba). Herba diketahui banyak mengandung mikro dan makro nutris yang dapat menunjang perbaikan sel sel tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Sementara obat-obatan kimia banyak mengandung zat sintetik yang tidak dapat diserap tubuh bahkan berpotensi jadi zat beracun dalam tubuh. Untuk itulah Obat kimia tidak bisa di jamin Halal.

Herba-herba HPA adalah herba yang memiliki sifat terapiutik tetapi keamanannya sama dengan suplemen. Herba HPA juag diproses atas dasar kemajuan teknologi dan dengan mengadopsi konsep Thibbun Nabawy (pengobatan ala Nabi Saw). Untuk itulah herba HPA bisa diadalakan untuk menjadi Pola Asih setiap orang tua pada anak-anaknya.

HERBA-HERBA UNTUK KEHAMILAN
1. Omega 3 HPA
· Omega 3 HPA dihasilkan dari ikan tenggiri biru segar dari laut atrik kutub utara yang diketahui oleh para ilmuwan Jepang dan Belgia sebagai ikan yang memiliki kandungan Omega tertinggi di dunia. di bandingkan ikan laut lainnya.
· Kandungan Omega-3 HPA: Asam lemak yang terdiri dari EPA, DHA, LLA, Asam amino komplek,vitamin, dan mineral.
· EPA dapat mencegah: Kanker, Trombosit, Atherosklerosis , Plasma lipid yang berlebihan & sakit jantung
· DHA berfungsi meningkatkan daya imajinasi atau daya ingat.

Manfaat O-mega-3 :
· Berperan dalam pembentukan sel otak dan saraf bayi dalam kandungan
· Meningkatkan kecerdasan otak, mengoptimalkan perkembangan otak pada anak-anak.
· Kesehatan ibu hamil dan pasca melahirkan
· Memperbaiki kualitas ASI
· Meningkatkan kesuburan laki-laki dan perempuan setelah dikonsumsi 3-4 bulan (Minum bersama kopi radix)
· Mengandung kadar mineral dan protein yang tinggi
· Lebih mudah diserap oleh tubuh
· Mencegah radang sendi
· Mencegah Asma
· Mencegah serangan kanker
· Mencegah penyakit kulit
· Menjaga penglihatan agar senantiasa cerah.
· Mencegah sakit jantung dan hypertensi
· Baik untuk pasien stroke atau lumpuh
· Diabetes. Membantu kerja pankreas untk menghasilkan insulin

2. Kopi Radix
Kopi radix adalah kopi herba yang sudah dinetralkan kafeinnya. Kopi ini dibuat mengikuti hukum pengobatan Ibnu Sina, bapak kedokteran Muslim. Selain baha-bahnya yang suci dan halal, khasiatnya yang untuk menerapi bebrbagai macam penyakit, Kopi Radix burguna untuk suplain gul dan kalsium bagi Ibu dan bayi yang dikandungnya. Kalsium yang ada dalam kopi radix berasal dari akar tanaman Pasak Bumi (eurycoma longifolia) yang tidak akan rusak oleh panas. Kalsium ini berbeda dengan kalsium susu yang bisa rusak oleh panas. Dalam penelitian di Malaysia, diketshui rata-rata ibu hamil yang minum kopi radix, anaknya lebih cepat berjalan karena memiliki tulang yang kuat. Kopi radix juga bisa menadi anti biotic alami untuk menangkal patogen-patogen (bakteri, virus, jamur) yang bisa menyerang ibu dan bayi selain untuk memperlancar ASI.

3. Spirulina
Spirulina merupakan herba dari ganggang hijau. Herba ini kaya akan nutrisi seperti protein dan provitamin A yang sangat dibutuhkan oleh ibu dan bayi.

Kandungan Bahan Aktif

Beta Karoten.Beta karoten Spirulina 10x wortel (23000IU/100g) yag berfungsi untuk menguatakan mata, mengurangi kolesterol, kanker paru-paru,tekak, perut, usus,payudara, dan servik

Zat besi. Spirulina mengandung phycocyanin yang dua kali lipat lebih mudah diserap dibandingkan dengan zat besi yang terdapat dalam sayur-sayuran dan daging. Zat besi ini berfungsi membentuk sel darah merah dan sistem immune.

Protein. Spirulina mengandung 65% protein lebih tinggi dari semua makanan alami yg berfungsi sebagai pencegah kanker terutama kanker payudara, prostat, sakit jantung, diabetes dan simptom menopause. Protein Spirulina merupakan muko poli-sakarida lembut dan mudah dicernakan yaitu 85%-95% Ia amat baik terutama pada orang-orang tua yang terdapat masalah pencernaan protein dan juga pada anak-anak yang kurang zat makanan

Manfaat Spirulina
• Meningkatkan aktifitas anti virus.
• Menurunkan resiko serangan kanker.
• Meningkatkan daya tahan tubuh.
• Mengurangi keracunan pada ginjal.
• Meningkatkan jumlah mikroba lactobacillus yang terdapat dalam usus.
• Mempercepat penyembuhan luka.
• Mengatasi masalah kekurangan zat atau mineral.
• Mengurangi penderitaan akibat radiasi.
• Mengurangi imbalance hormon.

4. Madu
selain kaya nutrisi madu termasuk herba penyeimbang unsur tubuh. madu juga merupakan antibiotik terbaik bagi tubuh.

Bayi Cerdas dan Sehat dg Herba HPA

BAYI SEHAT DAN CERDAS BERKAT HERBA HPA

Asa, begitu panggilan putri mungil pasangan Sun’an dan Ifah. Semenjak lahir bayi ini sudah menunjukan tubuhnya yang sehat. Dilahirkan secara normal dari rumah sakit Wiyung Sejahtera Surabaya tanggal 2 Oktober 2006 dengan tubuh yang padat (tidak gemuk tidak kurus) dan tatap mata yang tajam. Serat-serat di matanya sangat kuat yang menunjukkan tubuhnya sangat sehat. Bayi yang diberi nama Khansa Aqilatur Radhwa ini pun memiliki lengking suara tangis yang keras yang membuat setiap orang yang melihat jadi gemas.
Sejak dilahirkan sampai usia 1 tahun Asa belum pernah sakit yang mengharuskan ia masuk rumh sakit. Apabila ia mengalami sakit ringan seperti flu cukup ditangani oleh Abi (ayah) nya sendiri dengan menggunakan herba (obat-obatan alami) HPA. Menurut Sun’an Asa sudah tidak minum ASI mulai usia 3 bulan karena Umi (ibu)nya harus bekerja sebagai PNS padahal ASI adalah makanan terbaik bayi. Untuk itu Sun’an memberikan Asa herba-herba HPA (Omega 3, Madu, Teh Herba, Spirulina, Kopi Radix) untuk tambahan nutrisi maupun sebagai obat ketika Asa sakit disamping susu formula.
Meski tidak minum ASI, pertumbuhan Asa baik fisik maupun mentalnya cukup menggembirakan. Pada Usia dua bulan dia sudah bosan tidur. Bila digendong ia selalu ingin kepalannya ditegakkan. Bila tidur pun ia selalu berputar-putar bahkan sering miring seolah mau tengkurap. Dia juaga sudah muali berceloteh. Asa sudah bisa menyangga leher (menegakkan kepala) di usia yang relatif cepat 3 bulan, tengkurap pada usia 3,5 bulan dan merangkak pada usia 7 bulan.
Akan halnya perkembangan fisik, mentalnya juga menggembirakan. Pada usia 3 bulan, pada suatu malam abinya, Sun’an yang capek harus menjaga Asa tidur di malam hari. Asa sering terbangun setiap dua jam di malam hari untuk minta minum. Karena terlalu capek harus bangun setiap 2 jam Sun’an yang jadi kesal pun marah. Sun’an pun membentak bayi itu agar tidak rewel. Mendengar bentakan abinya, Asa pun diam dan tidak mau minum susu botolnya seolah ngambek. Menyadari keadan ini Sun’an kemudian menenangkannya dengan menggendonganya sambil berkata “Asa anak sholihah, abi minta maaf telah membentak Asa. Abi khilaf karena capek”. Mendengar hal itu Asa tetap diam ngambek. Sun’an berkata lagi “Asa kan anak shalihah. Sebagai anak shalihah, kalau ada orang minta maaf, asa harus memaafkan ya”. Mendengar hal itu dia langsung tersenyum dan menghisap botol sususnya dengan lahap.
Kecerdasan Asa juga tampak ketika dia berusia 11 bulan. Dia pernah melihat neneknya mengambil air dari kran guci yang berisi air Aqua. Melihat hal itu dia langsung merangkak ke arah guci aqua, berdiri dan membuka kran air tersebut. Kejadian tersebut sempat mencemaskan orang yang takut Asa terpeleset. Dan pada usia 14 bulan Asa mempuyai adik perempuan yang berusia 2 bulan. Pernah suatu hari Sun’an menggendong Shofie (adiknya Asa) yang menangis keras. Mendengar tangisan adiknya, Asa buru-buru merangkak mendekati Sun’an. Melihat hal itu Sun’an pun memberi isyarat kepada Asa dengan menunjukan jari telunjukanya kepada Shofie di depan Asa kemudian Sun’an memasukkan jari telenjuknya kedalam mulutnya. Melihat hal itu, Asa seolah tanggap. Dia langsung menoleh kesana kemari. Begitu dia melihat empeng (puting karet yang biasa dihisap bayi) yang tergeletak di dekatnya, dia lantas merangkak mengambil empeng tersebut lalu disodorkannya ke Sun’an. Pada usia ini Asa juga sudah bisa membongkar dan measukan mainan lingkaran ke dalam batang, sudah belajar mencora-coret buku gambar dengan pensil warna, menirukan gerakan sholat (takbir, rukuk, sujud), geleng-geleng kepala saat mendengar tahlil yang diucapkan oleh jamaah sholat di musholla dekat rumahnya. Asa juga sangat antusias bila mendengar orang tuanya tilawah. Dia selalu minta dipangku sambil ikut membuka lembaran Al Qur’an bila Abi atau uminya sedang tilawah.